12 Tradisi Pernikahan Aneh Yang Dilakukan Orang Di Berbagai Belahan Dunia


Pernikahan sudah berlangsung terus-menerus selama kehidupan manusia di dunia. Semua merasakan momen kegembiraan dan periode waktu yang membuat stress, tapi satu hal yang pasti pernikahan sendiri merupakan sebuah perayaan penting yang penuh dengan kebahagiaan, sentimental dan mungkin sedikit kegilaan dari mereka yang menggelar acara tersebut.

Ada beberapa tradisi yang sedikit aneh dibandingkan dengan yang lainnya, mereka tetap melakukannya karena ini adalah sebuah kebiasaan, dan kita semua menyukai tradisi yang baik. Bahkan ketika asal-mulanya sudah tidak diketahui, banyak orang tetap melakukannya untuk menghargai kegiatan yang dilakukan leluhurnya tersebut.

Berikut beberapa tradisi pernikahan aneh yang dilakukan orang di berbagai belahan dunia:

  • Mencium Mempelai Yang Ditinggalkan Ke Kamar Kecil.
  • Memecahkan Piring Baru Hadiah Dari Tamu
  • Menangis Sebulan Penuh
  • Tengkurep di Tanah
  • Ibu Mertua Ikut Ke Kamar di Malam Pengantin
  • Kaki Mempelai Pria Dipukul Pake Ikan
  • Menikahi Sebatang Pohon
  • Harus Punya Dua Anak
  • Jadi Gemuk
  • Membedah Anak Ayam
  • Meludahi Pengantin Wanita di Wajah dan Dadanya
  • Dilarang Tersenyum, Apalagi Tertawa

1. Mencium Mempelai Yang Ditinggalkan Ke Kamar Kecil


Jika kamu melaksanakan resepsi di Swedia, sebaiknya kamu persiapkan sebelum acara dimulai. Karena jika kamu meninggalkan pasanganmu di altar sendirian saat resepsi berlangsung, maka setiap tamu yang hadir dipersilahkan untuk mencium pengantin yang ditinggalkan sampai kamu kembali dari kamar mandi.

2. Memecahkan Piring Baru Hadiah Dari Tamu


Terdapat tradisi untuk membelikan piring baru bagi setiap mempelai di Jerman. Dan mereka akan melempar dan memecahkannya untuk mengusir roh jahat.

3. Menangis Sebulan Penuh


Setiap pengantin wanita yang termasuk turunan Tujia dan melaksanakan tradisinya diharuskan untuk menangis selama satu jam setiap hari, sebulan sebelum resepsi dilaksanakan. Setelah sepuluh hari pertama, ibu dari mempelai wanita ikut serta dalam tradisi ini. Menangis berdua. Dan sepuluh hari setelah itu, sang nenek ikut juga dalam tradisi ini bersama mereka.

4. Tengkurep di Tanah


Di French Polynesian ada sebuah tradisi yang mengharuskan keluarga dari mempelai wanita untuk tengkurep di tanah dan pengantin berjalan menginjak punggung mereka.

5. Ibu Mertua Ikut Ke Kamar di Malam Pengantin


Dibeberapa pedesaan di Afrika mengharuskan ibu dari wanita menemani pasangan yang baru menikah ke kamar pengantin.

6. Kaki Mempelai Pria Dipukul Pake Ikan


Di Korea, setelah acara selesai, ada sebuah kebiasaan yakni kaki mempelai pria dipukul menggunakan ikan untuk mempersiapkan dirinya menghadapi malam pertama.

7. Menikahi Sebatang Pohon


Wanita India yang terlahir sebagai Mangliks diwajibkan untuk menikahi pohon sebelum dia menikah dengan pria yang dipilihnya. Ini karena mereka percaya wanita itu memiliki kutukan dan akan membuat sang pria meninggal jika mereka tidak melakukannya. Setelah menikahi pohon, kemudian pohon tersebut dipotong dan dihancurkan untuk menghilangkan kutukannya. Dan dia siap menikahi pasangan hidup manusianya.

8. Harus Punya Dua Anak


Di Sudan selatan, sebuah pernikahan belum bisa dikatakan resmi sebelum sang wanita bisa memberikan dua orang anak. Jika dia tidak bisa, maka sang suami bisa menceraikannya tanpa pertanyaan.

9. Jadi Gemuk


Di Mauritania, diwajibkan bagi setiap wanita untuk jadi gemuk sebesar mungkin sebelum mereka menikah.

10. Membedah Anak Ayam


Masyarakat Daur di China mengharuskan pasangan yang hendak menikah untuk membunuh anak ayam dengan menggunakan pisau yang dipegang bersama-sama. Lalu mereka memeriksa hati ayam tersebut. Jika mereka mendapatkan hati yang bagus, maka resepsi bisa segera dilaksanakan, dan jika tidak mereka harus mengulangnya terus-menerus sampai mendapatkan satu yang bagus.

11. Meludahi Pengantin Wanita di Wajah dan Dadanya


Masyarakat Massai di Kenya, sang ayah dari wanita akan meludahi wajah dan dada anaknya sebagai restu.

12. Dilarang Tersenyum, Apalagi Tertawa


Di Kongo saat resepsi berlangsung, pengantin dilarang tersenyum apalagi tertawa.